Selasa, 01 September 2015

Berita Sepak Bola : Garry Monk: Bos Muda yang Necis dan Piawai

Berita Sepak Bola : Garry Monk: Bos Muda yang Necis dan Piawai

sumber berita Garry Monk: Bos Muda yang Necis dan Piawai : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/49770d1c/sc/12/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C0A10C1433540C30A0A68880C1490A0Cgarry0Emonk0Ebos0Emuda0Eyang0Enecis0Edan0Epiawai/story01.htm
Dia masih berstatus sebagai pemain ketika ditunjuk sebagai pengganti Michael Laudrup sebagai pelatih Swansea City. Garry Monk kini sedang terus menunjukkan potensinya sebagai pelatih muda yang menjanjikan.

“Anda selalu mengalahkan saya. Saya memilih anda sebagai Manager of The Season, yang tidak anda menangkan. Namun, mungkin semestinya anda-lah yang meraihnya."

Demikian diucapkan Louis van Gaal, manajer Manchester United, kepada Monk dalam tradisi pertemuan para manajer tim sebelum kompetisi Premier League musim ini bergulir. Van Gaal memuji Monk karena di musim lalu dia dan "Setan Merah" menyerah 1-2 dari Swansea besutan Monk.

Dan akhir pekan lalu, Monk kembali memimpin kesebelasannya menundukkan MU, juga dengan skor 2-1. Itu artinya, dalam tiga pertemuan berturut-turut Monk (dan Swansea) selalu bisa mengalahkan Van Gaal (dan MU).

"Kami telah memainkan beberapa penampilan yang hebat, tapi kami menunjukkannya kepada tim yang berbeda hari ini, tim yang begitu bagus,” ungkap Monk dalam situs resmi Swansea, setelah kemenangan terakhir di Liberty Stadium tersebut.

"Secara keseluruhan, saya merasa kami punya peluang terbaik dan menuntaskannya dengan kemenangan, sesuatu yang paling penting," tambahnya.

Di musim lalu, di musim penuh pertamanya sebagai manajer, Monk mengantarkan The Swans finis di peringkat kedelapan di liga. Itulah posisi terbagus Swansea dalam sejarah mereka di Premier League.

Catatan itu mungkin tidak terjadi seandainya Swansea tidak memecat Laudrup pada Februari 2014. Kala itu Laudrup hampir menjerembabkan tim ke lembah degradasi karena kalah enam kali dalam delapan pertandingan. Swansea saat itu hanya unggul dua angka dari tim di zona merah.

Kemudian pemilik tim, Huw Jenkins, menunjuk Monk sebagai player-manager sementara. Padahal, setahun sebelumnya Monk menandatangi perpanjangan kontrak sebagai pemain sampai Juni 2015.

"Kebetulan", Monk sejak awal musim itu tidak bisa main. Selain memang sudah mulai tidak jadi pilihan pertama di posisi bek tengah --karena usia mulai menua--, dia pun sempat dibekap cedera selama empat bulan. Dus, ketika dipercaya untuk memimpin rekan-rekannya sebagai atasan, Monk sebenarnya sudah habis karier bermainnya.
Nuhun for visit Garry Monk: Bos Muda yang Necis dan Piawai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar