Jumat, 18 September 2015

Berita Sepak Bola : Dalam Dua Tahun, Jatah Inggris di Liga Champions Bisa Berkurang Satu

Berita Sepak Bola : Dalam Dua Tahun, Jatah Inggris di Liga Champions Bisa Berkurang Satu

sumber berita Dalam Dua Tahun, Jatah Inggris di Liga Champions Bisa Berkurang Satu : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/49f6afb2/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C180C1615520C30A228420C720Cdalam0Edua0Etahun0Ejatah0Einggris0Edi0Eliga0Echampions0Ebisa0Eberkurang0Esatu/story01.htm
Jakarta - Inggris terancam cuma akan bisa mengirim tiga klub saja ke Liga Champions mulai musim 2017/2018. Hasil buruk yang didapat klub-klub Premier League di kompetisi Eropa membuat koefisien mereka terus berkurang.

Kekalahan Manchester City, Manchester United, dan Arsenal di matchday pertama Liga Champions menjadi gambaran sempurna daya saing klub-klub Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada akhir dekade pertama tahun 2000-an klub-klub Inggris sangat dominan, maka trennya sudah berubah saat ini.

Kondisi yang mirip-mirip bisa ditemui di Liga Europa. Southampton dan West Ham United kehilangan tiket ke Liga Europa setelah terdepak bahkan sebelum fase grup dimulai.

Dalam tiga musim terakhir, Inggris cuma punya punya dua wakil di babak delapan besar Liga Champions dan cuma punya satu semifinalis. Periode terburuk adalah di 2013/2014 saat tidak satupun tim Inggris bisa melangkah lebih jauh dari babak 16 besar.

Padahal dalam kurun 2006/07 sampai 2008/09, tim-tim Inggris sangat dominan di Eropa. Pada periode itu Premier League menempatkan paling tidak tiga semifinalis. Sementara dalam kurun 2004 sampai 2012, total ada tujuh klub Premier League jadi finlalis Liga Champions. Tapi kondisinya sudah berubah kini.

Jika pada tahun 2012 Inggris ada di posisi teratas rangkin koefisien UEFA, maka saat ini mereka ada di poisisi tiga - di belakang Spanyol dan Jerman. Tahun lalu Inggris turun dari urutan dua ke posisi tiga.

Guardian menyebut kalau di musim 2017/2018 Inggris bisa saja turun ke urutan empat koefisieen UEFA dan akan membuat mereka tak lagi punya empat wakil ke Liga Champions. Itu akan mencoreng wajah Premier League yang sejak 2001/2002 selalu menempatkan empat klub di kompetisi tersebut.

Di musim lalu, poin koefisien yang didapat Italia lebih banyak dibanding Inggris. Meski di awal musim ini jumlah koefisien Inggris masih lebih banyak 3.095 poin dibanding Italia, tren penurunan prestasi klub-klub Premier League dalam beberapa tahun terakhir bisa membuat mereka dikejar dan pada akhirnya turun ke urutan empat. Jika klub-klub Inggris kembali loyo di Liga Champions dan Liga Europa sementara klub Serie A dapat hasil oke maka perubahan posisi antara kedua negara tersebut sangat mungkin terjadi.

Soal Koefisien UEFA

Bagaimana UEFA menghitung koefisien untuk menentukan rangking negara-negara dan pada akhirnya memengaruhi pembagian jatah tiket Liga Champions?

Setiap anggota UEFA diranking berdasarkan koefisien di mana poinnya didapat dari performa klub-klubnya di Liga Champions dan Liga Europa dalam lima tahun terakhir. Negara di tiga posisi teratas berhak mendapat empat tiket ke Liga Champions, sementara negara penghuni posisi empat sampai enam mendapat tiga jatah ke Liga Champions.

Nilai koefisien itu merupakan hasil kalkulasi yang didapat dengan menambahkan poin yang didapat oleh klub-klub sebuah negara dan dibagi dengan jumlah klub negara bersangkutan yang berlaga di Liga Champions dan Liga Europa. Misalnya Inggris memiliki empat klub di Liga Champions dan empat klub di Liga Europa maka angka pembaginya adalah delapan.

Angka tersebut kemudian ditambakan dengan nilai yang didapat dari empat musim sebelumnya. Inilah yang akan jadi masalah buat Inggris karena keberhasilan Manchester United masuk ke final Liga Champions di musim 2010/2011 tidak akan lagi masuk hitungan untuk penentuan rangking koefisien tahun depan.

[Baca juga: Koefisiensi sebagai Penentu Wakil Negara di Liga Champions]

Lalu bagaimana poin-poin tersebut dihitung?

Setiap tim yang berlaga di Liga Campions dan Liga Europa mendapat dua poin untuk kemenangan, dan satu poin untuk hasil imbang. Sementara untuk babak kualifikasi dan playoff, pemenang dapat satu poin dan imbang dihargai 0,2 poin.

Klub-klub yang lolos ke babak 16 besar, perempatfinal, semifinal atau final akan dapat tambahan poin di masing-masing babak. Tambahan empat poin diberikan pada klub-klub yang lolos ke fase grup Liga Champions, tambahan empat poin juga diberikan pada klub yang masuk 16 besar Liga Europa.

Spanyol menjadi pengumpul poin terbanyak dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah Atletico Madrid dan Real Madrid lolos ke final Liga Champions 2013/2014 dan Sevilla juga lolos ke final Liga Europa di tahun yang sama.

Nuhun for visit Dalam Dua Tahun, Jatah Inggris di Liga Champions Bisa Berkurang Satu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar