Rabu, 19 Agustus 2015

Berita Sepak Bola : Persaingan Para Bomber Memperebutkan Capocannoniere

Berita Sepak Bola : Persaingan Para Bomber Memperebutkan Capocannoniere

sumber berita Persaingan Para Bomber Memperebutkan Capocannoniere : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/49214013/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A80C20A0C10A0A9150C299630A0A0C710Cpersaingan0Epara0Ebomber0Ememperebutkan0Ecapocannoniere/story01.htm
Jakarta - Gelar topskor atau capocannoniere Serie A musim lalu direngkuh dua pemain, Luca Toni (Hellas Verona) dan Mauro Icardi (Inter Milan). Tahun ini, ada beberapa bomber yang punya kans besar menjadi pemain yang paling rajin menjebol gawang.

Dalam tiga musim ke belakang, tidak ada pemain yang mampu menjadi top skor untuk dua musim beruntun. Orang yang terakhir kali melakukannya, penyerang Udinese Antonio Di Natale pada musim 2009-10 dan 2010-11.

Apa yang Di Natale lakukan pun tergolong jarang di Serie-A. Sebelum Di Natale, ada Giuseppe Signori melakukannya pada 1992-93 dan 1993-94 bersama Lazio. Catatan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi dua top skor musim lalu, jika ingin meraih status tersebut musim ini.
Siapakah kira-kira yang memiliki peluang meraih gelar cappocannoniere Serie-A 2015-16?

Mauro Icardi
Penyerang Argentina berusia 22 tahun ini menjadi juru gedor utama Inter Milan. Dia menjawab kepercayaan itu dengan koleksi 22 gol dalam 36 laga musim lalu. Dia menjadi pemain Argentina kesepuluh yang mencetak gol terbanyak di Italia. Musim ini dia bakal bahu membahu bersama penyerang baru yang datang dari Manchester City, Stevan Jovetic. Torehan gol keduanya begitu diharapkan mendulang banyak poin bagi I Nerrazurri.

Mario Mandzukic
Mandzukic pindah ke Juventus untuk mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Carlos Tevez. Mandzukic pernah menjadi top skor Liga Kroasia musim 2008-09 saat membela Dinamo Zagreb. Musim lalu, Mandzukic mengoleksi 20 gol di semua ajang bagi Atletico Madrid. Pemain yang diboyong dengan biaya sebesar 19 juta euro ini langsung menunjukkan kinerja bagus bagi I Bianconeri. Dia mencetak gol pembuka saat Juve menang 2-0 atas Lazio di Piala Super Italia.

Antonio Di Natale
Setelah menjadi top skor dua musim beruntun (2009-10 dan 2010-11), Di Natale belum lagi mengulangi pencapaiannya. Musim lalu, dia hanya mencetak 14 gol dalam 33 laga. Usianya memang tak lagi muda. Dua musim terakhir, dia mengutarakan niatnya pensiun, tapi dua kali pula dia mengurungkan niatnya tersebut karena kecintaannya kepada Udinese.

"Saya lebih banyak mencetak gol bagi Udinese, ketimbang pergi makan malam dengan istri saya," kata Di Natale di awal tahun 2014.
Bila akhir musim ini Di Natale benar-benar pensiun, tentu saja gelar top skor bakal terasa manis. Dia bakal bersanding dengan beberapa pemain legenda yang meraih gelar ini tiga kali, seperti Michael Platini (Juventus), Giuseppe Meazza (Inter Milan), dan Roberto Pruzzo (Roma).

Carlos Bacca
Bacca datang dari Sevilla ke AC Milan dengan koleksi 34 gol di kantungnya selama berkarier di Spanyol. Bacca bakal diplot sebagai bomber I Rossonerri yang mengeluarkan uang sebesar 30 juta euro untuk merekrutnya. Kekuatan dan daya jelajah penyerang Kolombia ini diharapkan mampu mendulang banyak gol bagi skuat merah-hitam. Selama pramusim, Bacca menyumbang satu gol ketika I Rossoneri menang 2-1 atas Inter Milan di ajang Trofeo TIM.

Edin Dzeko
AS Roma mendatangkan Edin Dzeko sebagai usaha menemukan ketajaman di lini serang mereka. Musim lalu, top skor I Giallorossi di Serie-A yaitu Francesco Totti dan Adem Ljajic yang hanya mengoleksi 8 gol. Pundi-pundi gol Dzeko diharapkan mampu memberi sumbangan besar dari obsesi Roma meraih scudetto musim ini. Dzeko sendiri telah mencetak dua gol di laga debutnya, saat Roma menghempaskan Sevilla 6-4. Sebuah awal yang bagus bagi penyerang Bosnia & Herzegovina.
Nuhun for visit Persaingan Para Bomber Memperebutkan Capocannoniere

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar