Minggu, 30 Agustus 2015

Berita Sepak Bola : Kaset Rusak Louis van Gaal

Berita Sepak Bola : Kaset Rusak Louis van Gaal

sumber berita Kaset Rusak Louis van Gaal : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/496d364d/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A80C310C10A22410C30A0A540A10C15910Ckaset0Erusak0Elouis0Evan0Egaal/story01.htm
Anda tahu urban legend Candyman yang sempat dijadikan film horor laris di tahun 1992? Menurut cerita, jika anda menyebut nama Candyman lima kali sambil menatap ke cermin, maka Candyman, sosok mengerikan yang memiliki lengan pengait, akan muncul dan membunuh anda seketika dengan lengannya tersebut.

Pertanyaannya adalah, jika Candyman menatap ke cermin dan menyebut namanya sendiri sebanyak lima kali, siapa yang akan muncul?

Bafetimbi Gomis.

Louis van Gaal tidak memanggil nama Candyman atau Bafetimbi Gomis, tapi ia sendiri yang mencari gara-gara perihal kekalahan Manchester United dari Swansea tadi malam (30/8). Van Gaal menolak untuk menyalahkan Sergio Romero sebagai biang kekalahan United. Sebuah langkah yang cukup wajar untuk membela pemain yang gencar dikritik publik. Meski begitu, itu tidak menghapuskan fakta bahwa dua gol yang dicetak Swansea bukanlah bola-bola yang mustahil untuk dihalau. Jika sebelumnya masih ada orang yang bertanya-tanya mengapa kontrak Romero tidak diperpanjang Sampdoria di akhir musim lalu, sekarang anda tahu alasannya.

Tidak ada yang terlalu mengherankan dari kekalahan United ini sebenarnya. Kita semua tahu bahwa cepat atau lambat hasil seperti ini akan terjadi. Setelah hanya mencetak 2 gol dalam 3 pertandingan pertama, di mana satu gol tersebut adalah bunuh diri dan satu lagi adalah tendangan terdefleksi, kita semua sadar bahwa hari penghakiman akan segera tiba. Yang cukup mengherankan sebenarnya adalah United sebelumnya bisa 3 kali clean sheet berturut-turut sebelum akhirnya Swansea membuka topeng United dan memperlihatkan kepada dunia bahwa filosofi Louis van Gaal tak elok-elok amat.

Walau demikian, menyalahkan lini belakang dan penampilan Romero hanya akan menutupi masalah lebih besar yang sebenarnya sedang terjadi di United. Dengan hanya 2 gol dari 3 partai pertama, semua orang sadar bahwa jika kondisi ini tak berubah, akan tiba waktu di mana United akan kebobolan gol lebih banyak dari yang bisa mereka cetak. Jika di musim terakhir Sir Alex Ferguson Manchester United tak terlalu peduli dengan pertahanan selama mereka bisa mencetak gol lebih banyak dari lawan, yang sekarang terjadi adalah anti tesisnya.



Problem Manchester United sangat pelik karena apa yang terjadi adalah sebuah kanker di lini penyerangan yang sepertinya sudah kronis sehingga menyebar ke mana-mana. Pemain yang paling parah tentu saja adalah Wayne Rooney, yang jika bermain di klub lain sudah pasti akan dipaksa menghuni bangku cadangan. Rooney bermain seperti orang sakit gigi yang dipaksa kerupuk kulit. Ia terlihat tidak nyaman dan kehilangan ketajamannya. Sepuluh pertandingan liga terakhir dilalui Rooney tanpa satu gol pun yang bisa ia cetak. Saat ini Rooney lebih tumpul dari pensil 2B yang digunakan selama 2 jam penuh untuk menjawab soal ujian masuk perguruan tinggi negeri.

Kekecewaan lain berasal dari penampilan Memphis Depay yang membuat para fans United terlihat dungu karena berharap setinggi langit kepada penampilan pemain anyar asal Belanda ini. Tidak terlihat bagaimana liat dan cepatnya penetrasi Depay di sisi sayap yang tadinya diharapkan akan menjadi kombinasi maut dengan Rooney.

Kedua pemain ini tampil sangat impresif ketika menghadap Club Brugge dalam 2 leg di playoff Liga Champions. Memphis mencetak 2 gol di leg pertama sebelum Rooney mencetak hat-trick di leg kedua. Tapi ketika mereka berhadapan dengan tim yang lebih baik dari Club Brugge, Rooney dan Memphis kembali menghilang seperti teman yang tak membalas pesan Whatsapp ketika ditagih utang.
Nuhun for visit Kaset Rusak Louis van Gaal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar