Senin, 31 Agustus 2015

Berita Sepak Bola : Usaha Son Heung-min Mengikuti Pencapaian Lee Young-pyo

Berita Sepak Bola : Usaha Son Heung-min Mengikuti Pencapaian Lee Young-pyo

sumber berita Usaha Son Heung-min Mengikuti Pencapaian Lee Young-pyo : http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/09/01/112412/3006632/426/usaha-son-heung-min-mengikuti-pencapaian-lee-young-pyo
London - Son Heung-min menjadi pemain Korea Selatan yang bermain bagi Tottenham Hotspur setelah Lee Young-pyo. Dia bakal mencoba meraih pencapaian yang lebih bagus dari pendahulunya tersebut.

Tottenham mengeluarkan ongkos sebesar 22 juta poundsterling untuk memakai jasa Son. Dengan dana tersebut, pemain yang dijuluki ‘Sonaldo’ ini menjadi pemain Asia termahal sepanjang sejarah. Uang sebesar itu Spurs keluarkan karena kualitas yang Son yang tunjukkan selama lima tahun kariernya di Jerman bersama Hamburg SV dan Bayer Leverkusen.

Son datang ke Jerman saat berusia 16 tahun untuk bergabung dengan tim junior Hamburg. Setelah menandatangani kontrak profesional saat berusia 18 tahun, Son langsung unjuk gigi dengan mencetak gol di laga melawan Koln. Dia menjadi pencetak gol termuda Hamburg di Bundesliga. Pada musim 2012-13, Son membukukan 13 gol, catatan terbanyak sepanjang kariernya sejauh ini.

Kemudian dia hengkang ke Leverkusen pada musim panas 2013. Musim lalu, dia memainkan peran penting di skuat Leverkusen arahan Roger Schimdt. Dia mengemas 11 gol dan dua assist pada musim keduanya merumput di BayArena. Salah satu penampilannya yang sensasional adalah saat mencetak hat-trick di laga melawan Wolfsburg yang berkesudahan kekalahan 4-5. Total, dalam 135 laga Bundesliga, pemain berusia 23 tahun ini mencetak 41 gol.

"Saya merasa bertanggung jawab, juga bangga karena Tottenham menghargai saya setinggi itu. Sangat penting untuk pemain merasa dihargai. Sekarang saya bakal menunjukkan saya pantas," kata Son kepada London Evening Standard.

Son dikenal dengan reputasinya sebagai pemain gesit yang membantu tim saat melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Kecepatannya berguna dalam tim yang memanfaatkan serangan balik. Posisinya yang kerap berdiri di belakang penyerang utama dan menembak dari luar kotak penalti menjadi nilai plus pemain ini.

Son melanjutkan jejak yang telah dilalui 12 pemain Korea Selatan lainnya di Premier League. Pemain Korsel pertama yang berkarier di kasta tertinggi sepakbola Inggris, yaitu Park Ji-sung (Manchester United) dan Lee Young-pyo (Tottenham). Keduanya memulai korean wave pertama di Premier League musim 2005/2006.

Son tentu ingin mengikuti kesuksesan kedua pemain tersebut. Khususnya, Lee Young-pyo yang menjadi pendahulunya di White Hart Lane. Lee Young-pyo yang datang dari PSV Eindhoven menghabiskan tiga musim kariernya bersama The Lily Whites.



Lee Young-pyo turut mempersembahkan trofi Piala Liga 2007-08, pencapaian terakhir yang Spurs raih. Di musim perdananya itu dia membantu memperkokoh lini belakang Spurs yang menjadi tim dengan kebobolan terendah pada musim itu. Selama tiga musim di sana, dia bermain dalam 70 laga Premier League, sebelum akhirnya pindah ke Borussia Dortmund.

Son siap membantu Nacer Chadli cs. yang sejauh ini belum meraih kemenangan. Mereka hanya mengemas tiga hasil seri dan sekali kalah. Mereka juga baru mencetak tiga gol ke gawang lawan. Son mengaku ingin segera membantu tim.

"Saya sangat mencintai sepakbola. Saya tak sabar untuk tampil buat penggemar Spurs secepat mungkin," ujar Son.


Nuhun for visit Usaha Son Heung-min Mengikuti Pencapaian Lee Young-pyo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar