Rabu, 26 Agustus 2015

Berita Sepak Bola : Menerka Tim yang Terdegradasi Berdasarkan Pengeluaran Gaji

Berita Sepak Bola : Menerka Tim yang Terdegradasi Berdasarkan Pengeluaran Gaji

sumber berita Menerka Tim yang Terdegradasi Berdasarkan Pengeluaran Gaji : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/494c4202/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A80C260C1326450C30A0A17280C14970Cmenerka0Etim0Eyang0Eterdegradasi0Eberdasarkan0Epengeluaran0Egaji/story01.htm
Liga Inggris telah berlangsung selama tigapekan. Pergerakan di papan klasemen pun masih belum sesuai dengan perkiraan. Leicester City menyelip di peringkat kedua, di bawah. Manchester City yang sementara berada di paling atas.

Pergerakan di klasemen pada awal-awal pekan memang seperti ini. Lambat laun, saat dibutuhkan konsistensi dalam bertanding, kesebelasan papan atas mulai menyeruak dan menggusur tim papan tengah dan papan bawah.

Soal memprediksi siapa juara musim ini agaknya tak akan jauh dari Manchester City, Manchester United, Chelsea dan Arsenal; Meski sulit ditebak, tapi empat kesebelasan yang musim lalu berada di empat besar tersebut berpeluang besar meraih gelar.

Hal berbeda terjadi di papan bawah. Sejak lima musim lalu, tingkat akurasi tebakan tim yang terdegradasi kian menurun. Selalu ada kesebelasan yang terdegradasi secara mengejutkan.

Menakar kesebelasan lewat gaya mereka bermain terbilang sulit untuk dilakukan. Musim lalu, Leicester terbilang payah dalam menyerang, tapi masih bisa selamat di Premier League. Di sisi lain, QPR dengan para pemain bergaji mahalnya harus terperosok ke jurang degradasi.

Menghitung Lewat Pengeluaran Gaji

Jika setiap kesebelasan menerapkan prinsip ekonomi, maka pengeluaran gaji akan menentukan seberapa kuat tim tersebut. Pemain yang berkualitas akan digaji lebih mahal dari pemain yang biasa saja. Namun, hal ini bisa menjadi kegagalan karena dua hal: pemain yang kemahalan dan pemain berkualitas yang tak bisa beradaptasi.

Chris Anderson dan David Sally dalam The Numbers Game menyatakan bahwa uang berpengaruh besar dalam kesuksesan sebuah tim. Mereka pun mengutip Simon Kuper dan Stefan Szymanski dalam Why England Loses seperti ini, “Menurut perhitungan mereka, 92 persen selisih posisi kesebelasan Premier League bisa dijelaskan dari biaya gaji yang dikeluarkan.”

Sejak lima musim terakhir, selalu ada kesebelasan dengan peringkat gaji empat terendah yang terdegradasi. Fakta ini barangkali terdengar biasa saja, tapi sejak tiga musim terakhir selalu ada kesebelasan dengan peringkat gaji 10 terbesar yang juga terdegradasi. Artinya ada faktor lain yang membuat kesebelasan dengan pengeluaran gaji tinggi juga bisa terdegradasi.

Identik dengan Tim Promosi
Nuhun for visit Menerka Tim yang Terdegradasi Berdasarkan Pengeluaran Gaji

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar