Senin, 17 Agustus 2015

Berita Sepak Bola : Arsenal Menang Walau Bermain di Bawah Standar

Berita Sepak Bola : Arsenal Menang Walau Bermain di Bawah Standar

sumber berita Arsenal Menang Walau Bermain di Bawah Standar : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/490be0bd/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A80C170C17220A10C29938670C1480A0Carsenal0Emenang0Ewalau0Ebermain0Edi0Ebawah0Estandar/story01.htm
Semalam Selhurst Park mempertemukan dua kesebelasan yang di pekan lalu sama-sama mengakhiri pertandingan dengan selisih dua gol dari lawan mereka masing-masing. Bedanya, Crystal Palace yang pekan lalu bermain tandang meraih kemenangan 3-1 atas Norwich City. Sementara itu, Arsenal kalah dua gol tanpa balas ketika menjamu West Ham United.

Hasil pertandingan di pekan pembuka Premier League 2015/16 itu, toh, tidak memengaruhi pertandingan semalam. Alan Pardew, manajer Palace, tahu itu. Di akhir pertandingan, kekhawatirannya jadi kenyataan. Arsenal yang tidak tampil dalam bentuk permainan terbaik mengalahkan Palace yang tidak bermain cukup baik untuk meraih (setidaknya satu) angka.

Serangan sayap Palace berkali-kali mentah di kaki para pemain Arsenal. Umpan silang banyak yang tidak menemui sasaran. Jika bukan karena inisiatif Joel Ward melepas tendangan jarak jauh di menit ke-28, Palace mungkin tidak mencetak gol.

Bertahan di kedalaman membuat Palace mampu membatasi kreativitas pemain-pemain Arsenal, namun dua gol tetap bersarang di gawang mereka. Lewat tendangan Olivier Giroud di menit ke-16 dan gol bunuh diri Damien Delaney di menit ke-55, Arsenal pulang membawa tiga angka.

Susunan Pemain

Alan Pardew mengubah formasi dan susunan pemain Palace untuk menghadapi Arsenal. Ketika bertandang ke Norwich, Palace tampil dalam formasi 4-4-1-1 dengan Glenn Murray sebagai penyerang tengah dan Jordon Mutch bermain tepat di belakangnya. Melawan Arsenal, kedua pemain tersebut dikorbankan untuk formasi 4-5-1.

Connor Wickham memainkan peran ujung tombak di pertandingan semalam. Tanpa Mutch sebagai penyerang lubang, Pardew menggeser Jason Puncheon, sayap kiri ketika melawan Norwich, ke tengah. Puncheon memulai pertandingan di sebelah kanan Yohan Cabaye, yang memiliki James McArthur di sebelah kirinya. Yannick Bolasie menggantikan peran Puncheon di sayap kiri sementara di sisi yang berseberangan dengannya ada Wilfried Zaha.

Joel Ward, Scott Dann, Damien Delaney, dan Pape Souare berbaris sejajar dari kanan ke kiri, di depan Alex McCarthy. Tidak ada perombakan di lini belakang Palace; berbeda dengan Arsenal.


Starting XI Crystal Palace (kiri) dan Arsenal (kanan)

Petr Cech, yang pekan lalu melakukan blunder dan telat bereaksi ketika West Ham United mencetak gol pertama dan keduanya melawan Arsenal, kembali dipercaya mengawal gawang The Gunners. Per Mertesacker dan Laurent Koscielny tetap berpasangan di jantung pertahanan Arsenal dan Nacho Monreal tetap mengisi pos bek kiri. Sementara itu, Mathieu Debuchy duduk di bangku cadangan karena Hector Bellerin bermain sejak menit pertama di sisi paling kanan pertahanan Arsenal.

Seperti Debuchy, Alex Oxlade-Chamberlain yang pekan lalu bermain penuh juga tidak bermain sebagai starter. Perannya sebagai penyerang sayap kanan dipercayakan kepada Aaron Ramsey, yang pekan lalu bermain di depan barisan pertahanan. Santi Cazorla yang pekan lalu bermain sebagai penyerang sayap kiri bermain lebih ke dalam, berdampingan dengan Francis Coquelin.

Giroud dan Mesut Oezil kembali dipercaya sebagai duet penyerang tengah dan penyerang lubang. Di area sebelah kiri serangan Arsenal, Alexis Sanchez yang masih belum sepenuhnya bugar setelah mendapat izin berlibur lebih lama dari rekan-rekannya dipaksa tampil sejak menit pertama.

Selayang Pandang Taktik Palace dan Arsenal

Crystal Palace menyerang lewat sayap dan sangat mengandalkan kemampuan menggiring bola para pemainnya. Sepanjang pertandingan, mereka melancarkan 23 usaha melewati lawan. Arsenal sendiri hanya melakukannya sebanyak 15 kali. Ketika tidak menguasai bola, Palace bertahan di area permainan mereka sendiri. Jika Arsenal sudah mendekat ke area pertahanan mereka, para pemain Palace membentuk dua lapis barisan pertahanan dalam formasi 4-4-2.

Arsenal memiliki pendekatan yang sama sekali berbeda dengan Palace. Pasukan Arsene Wenger sangat mengandalkan pertukaran umpan antarpemain (tak mengherankan, karenanya, jika Arsenal mencatatkan jumlah umpan yang lebih banyak dari Palace: 557 berbanding 370) dalam serangan cair lewat jalur tengah. Tanpa bola, Arsenal menekan setinggi mungkin untuk menetralisir ancaman sedini mungkin. Jika Palace berhasil mendekat ke area pertahanan The Gunners, mereka bertahan dalam formasi 4-3-1-2; dengan Giroud dan Sanchez sebagai dua pemain terdepan dan Oezil di belakang keduanya.

Analisis Pertandingan

Serangan sayap Crystal Palace tidak bisa diandalkan. Hanya sembilan dari 23 usaha para pemain Palace untuk melewati para pemain Arsenal yang tidak berakhir dengan kegagalan. Palace melepas 29 umpan silang, namun hanya dua di antaranya yang tepat mengarah ke sasaran. Melepas umpan datar pun Palace sama buruknya dengan melewati lawan dan melepas umpan silang. Akurasi umpan sepertiga akhir Palace hanya 66,67%, dan hanya 157 dari 214 umpan mengarah ke depan yang tepat sasaran.


Aksi bertahan Arsenal di sepanjang pertandingan. Sumber: fourfourtwo.com

Semua catatan buruk tersebut tak serta merta terpampang karena Palace bermain di bawah standar. Tanpa bola, hasil kerja Arsenal terhitung cukup baik. Di area permainan sendiri, di area yang Palace gunakan untuk menebar ancaman, Arsenal mencatatkan lebih banyak tekel berhasil ketimbang tekel gagal. Dengan selisih yang sangat mencolok pula. Bola-bola yang diarahkan kepada Zaha pun banyak yang dipotong sebelum mencapai tujuan. Jika bukan karena inisiatif Ward, Cech pasti sudah pulang membawa clean sheet Premier League pertamanya bersama Arsenal.

Namun, ketika menyerang, Arsenal tidak sememuaskan ketika bertahan. Dua lapis pertahanan Palace membatasi ruang yang Arsenal butuhkan untuk melakukan pertukaran umpan dan menciptakan peluang. Hasilnya, Arsenal hanya mampu mencetak dua gol dari 20 tembakan yang mereka lepaskan. Itu pun dengan bantuan kesalahan Delaney di salah satunya.


Blok pemain Crystal Palace di sepanjang pertandingan. Sumber: fourfourtwo.com

Rapatnya pertahanan Palace membuat delapan dari 20 tembakan Arsenal membentur pemain lawan. Salah satunya bahkan terjadi tepat di depan garis gawang. Lima dari enam tembakan tepat sasaran yang Arsenal lepaskan tidak merepotkan Alex McCarthy. Sama seperti Palace, Arsenal mendapat gol mereka dari inisiatif pemain-pemain mereka. Giroud menyambut umpan silang Oezil dengan sebuah tendangan salto yang, karena tak terduga, membuat McCarthy terlambat bereaksi. Lintasan bola berada dalam jangkauan McCarthy namun ia tak berhasil menyentuhnya karena terlambat sepersekian detik.

Pemain-pemain Kunci

Di antara semua pemain Crystal Palace, Cabaye dan Ward pantas mendapat penghargaan yang lebih besar ketimbang para pemain lain. Cabaye terlibat dalam semua jenis pekerjaan, baik ketika Palace menyerang maupun bertahan. Ia menjaga bola tetap mengalir, melepas umpan kunci, melepas tembakan, dan memaksa pemain lawan melakukan pelanggaran. Cabaye juga memotong bola, melakukan tekel, menyapu bola, dan membendung tembakan lawan. Rasanya tidak ada aktivitas Palace yang tidak melibatkan dirinya.


Chalkboard Yohan Cabaye sepanjang pertandingan. Sumber: fourfourtwo.com

Ward, sementara itu, tidak hanya berjasa ketika menyamakan kedudukan. Arsenal berada di atas angin karena mencetak gol terlebih dahulu, dan andai gol pembuka tercipta lebih cepat dari itu, kepercayaan diri Arsenal pasti lebih besar lagi. Di menit keempat, Arsenal melancarkan serangan balik dari kegagalan sepak pojok Palace. Ward masih berada di dalam kotak penalti Arsenal ketika The Gunners memulai serangan balik. Ia berlari nyaris sepanjang lapangan untuk menyelamatkan Palace dari kebobolan. Tendangan Sanchez sudah melewati McCarthy dan andai Ward tidak menghalau bola, sebuah gol pasti sudah tercipta.

Di kubu Arsenal, Koscielny dan Oezil bermain gemilang. Koscielny memenangi enam duel udara di daerah permainan lawan dan di daerah permainan sendiri. Pemain berkebangsaan Prancis ini pun menorehkan dua tekel berhasil dan tiga potongan di area serangan utama Palace. Bersamaan dengan itu, Koscielny mencatatkan enam sapuan yang tiga di antaranya ia lakukan di kotak penalti Arsenal.


Chalkboard Mesut Oezil sepanjang pertandingan. Sumber: fourfourtwo.com

Oezil berperan besar dalam menjaga permainan Arsenal tetap mengalir walau Palace bertahan dengan sangat rapat. Hanya dua kali saja umpan datar Oezil tidak menemui sasaran (enam panah merah lainnya adalah umpan silang). Walau tidak berkontribusi banyak ketika bertahan, Oezil produktif kala menyerang dengan menciptakan lima peluang yang salah satunya menjadi gol.

Kesimpulan

Baik Crystal Palace maupun Arsenal sama-sama tidak bermain cukup baik. Palace tidak bermain cukup baik untuk mengalahkan lawan (atau setidaknya untuk mengamankan satu angka) sementara Arsenal tidak bermain cukup baik menurut standar mereka sendiri. Jika pada akhirnya Palace kalah dan Arsenal menang, itu karena Arsenal lebih banyak menguasai bola sehingga lebih banyak menyerang ketimbang diserang. Baik Palace maupun Arsenal sama-sama tidak mencetak gol lewat taktik serangan utama mereka; Palace tidak mencetak gol dari serangan sayap dan Arsenal tidak mencetak gol lewat tengah. Pada akhirnya, Arsenal membawa pulang tiga angka karena usaha mereka lebih banyak menciptakan peluang (dan lawan mencetak gol bunuh diri).

Nuhun for visit Arsenal Menang Walau Bermain di Bawah Standar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar