Jumat, 04 September 2015

Berita Sepak Bola : Bos Bayern: Naikkan Nilai Hak Siar atau Bundesliga Kian Tertinggal dari Premier League

Berita Sepak Bola : Bos Bayern: Naikkan Nilai Hak Siar atau Bundesliga Kian Tertinggal dari Premier League

sumber berita Bos Bayern: Naikkan Nilai Hak Siar atau Bundesliga Kian Tertinggal dari Premier League : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/49912811/sc/13/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C0A40C1628130C30A10A430A0C740Cbos0Ebayern0Enaikkan0Enilai0Ehak0Esiar0Eatau0Ebundesliga0Ekian0Etertinggal0Edari0Epremier0Eleague/story01.htm
Munich - CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge, meminta otoritas Bundesliga untuk segera menaikkan nilai hak siar pertandingan di Jerman. Sebab Liga Jerman dinilai sudah tertinggal jauh dari Premier League.

Bundesliga selama ini dikenal sebagai liga yang ramah dengan suporternya. Harga tiket yang murah pun membuat stadion-stadion di Jerman selalu full house setiap pertandingan Bundesliga digelar.

Tak cuma itu nilai hak siar laga-laga Bundesliga pun tak setinggi Premier League, di mana hanya sepertiganya, yakni sekitar Rp 835 juta euro untuk musim 2016/2017 mendatang. Bandingkan saja dengan Inggris, di mana untuk kontrak hak siar yang baru diteken oleh Sky dan BT Sport beberapa waktu lalu, nilainya mencapai 5,135 miliar poundsterling untuk periode 2016 hingga 2019.

"Kami tidak pernah menganggap fans seperti sapi yang Anda peras dan minum susunya setiap hari. Sepakbola harus jadi milik semua orang. Itulah perbedaan terbesar antara kami dan Inggris" ucap Rummenigge tahun lalu.

[Baca juga: Karena Fans (Bundesliga) Tidak Memeras Fans Lainnya]

Namun, di balik kemurahan hati Bundesliga terhadap fans-nya nyatanya tersimpan kekhawatiran juga bahwa liga tersebut akan semakin tertinggal jauh dari Premier League, dalam hal pendapatan klub.

Ini pula yang membuat klub-klub Inggris dengan mudahnya menarik bintang-bintang Bundesliga musim panas ini. Menurut laporan firma keuangan, Delloite, total belanja Premier League mencapai angka 870 juta pounds, nyaris dua kali lipat dari Serie A yang duduk di posisi kedua sebagai liga terboros musim panas ini.

Tengok saja Roberto Firmino (Hoffenheim) yang dibeli Liverpool dengan banderol 29 juta pounds, lalu Son Heung-Min (Bayer Leverkusen) digaet Tottenham Hotspurs dengan banderol 22 juta pounds, dan terakhir Wolfsburg tak bisa menolak kibasan uang 58 juta pounds yang membuat mereka harus melepas Kevin de Bruyne ke Manchester City.

Hanya Bayern Munich mungkin yang boleh dibilang bisa bersaing dengan klub-klub raksasa Inggris, karena klub Bavaria itu punya kekuatan finansial yang hebat. Tapi lagi-lagi, pembelian termahal sepanjang sejarah Bayern pun "cuma" Javi Martinez yang dihargai 40 juta euro saat dibeli dari Athletic Bilbao.

Maka dari itu, Rummenigge selaku pelaku sepakbola di Jerman, meminta otoritas Bundesliga dan juga ARD - Konsorsium televisi di Jerman - untuk menantang Sky, sebagai pemegang hak siar di Bundesliga, agar berani menaikkan nilai kontrak menjadi lebih dari 1 miliar euro.

Ini semua juga untuk menggemukkan kas klub-klub Bundesliga agar bisa bersaing di kompetisi Eropa dan tidak lagi "diacak-acak" oleh kekuatan uang dari Premier League.

"ARD sendiri sudah membiarkan diri mereka kehilangan hak siar laga kualifikasi tim nasional dan juga hak siar olimpiade," ujar Rummenigge kepada Suddeutsche Zeitung seperti dikutip Soccerway.

"Ada kompetisi yang namanya Bundesliga, dan tidak ada alasan untuk tidak membuat lelang hak siar dengan televisi-televisi yang ada, khususnya TV berbayar," lanjutnya

Nuhun for visit Bos Bayern: Naikkan Nilai Hak Siar atau Bundesliga Kian Tertinggal dari Premier League

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar